// Unknown // On-Rabu, 23 Januari 2013


Harap Di-Share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat!


Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja, saya di ceritain teman pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi kira-kira seperti ini...

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (S) : Baik Pak…

P : Mas tau.. kesalahann ya apa?
S : Gak tau tuh pak?!


P : Ini Plat NOPOL (Nomor Polisi) tidak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang tak standar sambil itu lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
S : Pak tolong jangan ditilang deh ya… plat aslinya udah gak tau ke mana… kalo ada pasti saya pasang.

P : Sudah… saya tilang saja… banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!)
S : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! Taksi saya kan Ada STNK-nya pak, ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalau di bilangin kok yo ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima saja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
S : Maaf pak saya tidak mau yang warna MERAH suratnya… Saya mau yang warna BIRU saja ya Pak?!

P : Hey!!! (dengan nada tinggi) kamu tahu tidak!!! Form biru itu tidak berlaku!
S : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… Tapi sekarang ini kamu gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama Komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
S : Baik pak, kita ke komandan bapak saja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Tentunya kita berfikir… Berani betul sopir taksi itu ya…
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
S : Siapa yg melawan ya Pak!? Saya kan cuman minta form warna BIRU buat tilang… Bapak kan yang gak mau ngasih.

P : Kamu jangan macam-macam yah… Saya bisa kenakan Anda pasal melawan petugas!
S : Sekali lagi maaf ya Pak, saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU sudah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak saja deh ya… kan bapak yang bilang form BIRU tidak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir … berani, cerdas dan trendy tentunya ya pembaca… (terbukti dia mengeluarkan hp-nya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan!? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama.” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)

P 2 : Mas, Anda gak bisa foto petugas seperti itu
S : Si bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi

P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
S : Tidak sama saya pak… Masih sama temen bapak itu (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI… Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : Ok pak… gitu dong kalo gini dari tadi kan enak kita sama-sama enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya ke ATM, mau transfer uang tilang.

Sopir taksipun mungkin bergumam, “Hatiku senang banget, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke Oknum Polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Kalau ditilang kita berhak minta form warna Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke Negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir vs polisi tersebut dapat kita ambil kesimpulan sebagai berikut ini:

~ SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat... Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang.

Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

~ SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu! Dan dananya itu RESMI MASUK KE KAS NEGARA

SILAKAN DI-SHARE itu apa bila berkenan, semoga bermanfaat bagi penguna kendaraan.

{ 4 komentar... read them below or Comment }

  1. bukannya sok tau ya mas, tapi KUHP Pengguna Jalan Raya itu apakah ada? .dan menurut UU no 22 th 2009 tentang Lalin, denda itu sampek 500ribu lo .. liat ini >> http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-Z32SXWVo0RY/TcpploFQXII/AAAAAAAAFX0/yAyJ1u7QoK0/s1600/tilang-r21.jpg&imgrefurl=http://www.iddaily.net/2011/05/penting-soal-surat-tilang-polisi.html&h=517&w=841&sz=237&tbnid=845rmgwwX8_K6M:&tbnh=74&tbnw=120&prev=/search%3Fq%3Dtilang%2Bpolisi%26tbm%3Disch%26tbo%3Du&zoom=1&q=tilang+polisi&usg=__4erl6M7NSCGh-4JDUAnf1EPAMg0=&docid=-EhaPhuTTWP1hM&hl=id&sa=X&ei=qD0HUZSPJcXqrQe2wICADg&ved=0CDEQ9QEwAw&dur=4944

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya saya disini hanya berbagi infrmasi yg saya dapat jg gan...

      Hapus
  2. bukan nya itu cerita pendek,

    BalasHapus

Terimakasih Telah Berkunjung di Blog Saya :D

Pages

Visitor

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "